Iklan

Gelar Harlah NU, Rais Syuriyah PCNU Bungo Ajak Warga Nahdliyin Aktif di Organisasi

Harlah NU di Kabupaten Bungo.(poto:syarif/portalkita.net)

PORTALKITA.NET, MUARABUNGO - Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Rimbo Tengah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bungo mengadakan Harlah ke- 100 M dan 103 H Nahdlatul Ulama di Sekretariat MWC NU Rimbo Tengah, Selasa (27/01/2026). 

Acara tersebut dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Bungo Kiai M Mubim, Ketua PCNU Bungo Kiai Syakroni, pimpinan majlis Zikir Nurul Wujud, Kiai Nurhadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Bungo H Herman, Ketua GP Ansor Bungo Andi Putra, Ketua Pagar Nusa Rimbo Tengah Reyhan F dan sejumlah warga NU. 

Dalam sambutan, Rais Syuriyah PCNU Bungo Kiai M Mubin meminta warga Nahdliyin untuk tetap kompak serta berkenan hadir dalam kegiatan NU. Karena setiap perkumpulan dengan niat baik akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Minimal mengurangi kesalahpahaman. 

"Kumpul itu memberkati, memberikan manfaat, kumpul orang baik juga memberikan kebaikan," jelasnya. 

Kiai Mubin lalu mengibaratkan, seseorang yang mau kumpul orang baik dalam acara baik seperti tanah yang menempel di kedelai. Meskipun tidak ada yang ingin beli tanah, tapi karena nempel di kedelai, maka ikut terbawa. Ikut mulia berkat nempel di hal mulia. 

"Ketika beli kedelai, ada juga tanah di sana, karena ada di sana, jadi ikut mahal harganya," katanya. 

Ketua Tanfidziyah MWC NU Rimbo Tengah, Kiai Hamdani mengatakan, kegiatan harlah merupakan momentum untuk merapatkan barisan dan mengatur ulang strategi organisasi. 

"Saya berharap semua warga NU mau aktif dan terlibat dalam kegiatan NU. Kami punya rutinan, siapapun boleh datang," imbuhnya. 

Ia juga menambahkan, dalam berorganisasi ada baiknya semua pihak meninggalkan ego dan lebih mendahulukan kepentingan umum. Lebih mengutamakan titik temu dibandingkan perbedaan. Karena jika bahas perbedaan, setiap individu ada perbedaan. 

"Mari kita bersatu, saya mengajak warga NU untuk aktif menghidupkan kegiatan. Kita tinggalkan ego, duduk bersama," tandasnya.***



Penulis: Syarif Abdurrahman

Editor: Pristianita