Kerjasama dengan Lapas Muara Bungo, GP Ansor Bungo Siap Dampingi Warga Binaan
![]() |
| PC GP Ansor Kabupaten Bungo saat kunjungan ke Lapas Pemuda Kelas IIB Muara Bungo.(poto:syarif/portalkita.net) |
PORTALKITA.NET, MUARABUNGO - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bungo kerjasama dalam bidang pembinaan kerohanian dengan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Muara Bungo, Jambi, Kamis (29/01/2026).
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bungo Andi Putra menyampaikan, kerja sama ini merupakan bentuk pengabdian kader Ansor Bungo kepada masyarakat luas. Terutama dalam hal dakwah, dan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.
"Dua hal yang jadi ciri khas Ansor yaitu keislaman dan kebangsaan. Kerja sama dengan Lapas merupakan kelanjutan dari dua hal ini. Keislaman dalam bentuk dakwah dan kebangsaan mendampingi warga Lapas sebagai wujud cinta sesama anak bangsa," jelasnya.
Andi berharap sinergi antara Ansor Bungo dan Lapas Muara Bungo semakin erat khususnya dalam hal pembinaan kerohanian untuk masyarakat Lapas, terutama dalam menghidupkan agama dan menanamkan nilai kebangsaan.
"Ansor punya pengalaman panjang dalam menghidupkan kegiatan kemasyarakatan dan menanamkan nilai kebangsaan," imbuhnya.
Andi menyebutkan, Ansor Kabupaten Bungo memiliki banyak kader potensial dan pengalaman dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan dan melawan aliran yang ingin merusak negara Indonesia. Kader tersebut merupakan alumni pesantren besar seperti Tebuireng, Lirboyo, Tambakberas, Al-Hikmah Brebes, Dayah Aceh serta Jambi sebrang.
Para kader tersebut memiliki sanad keilmuan yang jelas dan sambung hingga ulama besar seperti KH M Hasyim Asy'ari, Syaikh Nawawi Al-Banteni, Syaikh Mahfud At-Tarmasi.
Andi juga mengingatkan bahwa bibit-bibit radikalisme bisa muncul dari pengajaran agama yang keliru. Ketika seseorang yang haus ilmu agama membutuhkan guru, lalu diajarkan dasar ilmu agama yang tidak sesuai dengan prinsip. Disitulah penyimpangan bisa terjadi.
"Pengajar ilmu harus jelas sanadnya. Ansor Bungo punya banyak kader yang mumpuni seperti Ustadz Sahli alumni Brebes dan Ustadz Syarif Abdurrahman alumni Tebuireng. Kami juga siap dampingi dalam bab hukum lewat lembaga bantuan hukum Ansor," katanya.
Kasie Binadik dan kegiatan Kerja Lapas kelas II B Muara Bungo, Tiopan P Situmorang menambahkan bahwa pihaknya terbuka dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendampingi warga binaan.
"Tujuan kita, bagaimana mereka bisa kembali ke masyarakat dengan perubahan sikap yang positif dan memiliki skill. Akhirnya bisa hidup normal dan diterima oleh masyarakat luas," bebernya.
Katanya, mendidik dan membina warga lapas merupakan tanggungjawab bersama karena hakikatnya mereka semua yang dipenjara adalah saudara sebangsa dan setanah air. Oleh karenanya, perlu kerjasama lintas instansi dan lapisan masyarakat.
"Mayoritas yang ada di Lapas ini adalah warga Kabupaten Bungo. Sumber daya dari Lapas terbatas, karena banyaknya jumlah warga binaan. Jadi kami gandeng juga tim kesehatan, keagamaan, ketenagakerjaan dan lainnya," tutup Tio.***
Penulis: Syarif Hidayatullah
Editor: Pristianita
