Iklan

PT Sukses Gemilang Palem Diduga Cemari Sungai, Warga Desak APH Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan

P

                        Pimpinan Redaksi:Rio 

Lokasi limbah PT Sukses Gemilang Palem



PORTALKITA,NET Sarolangun - PT Sukses Gemilang Palem, perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang beroperasi di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun, kembali diterpa sorotan keras. Perusahaan tersebut diduga kembali membuang limbah pabrik ke aliran sungai yang bermuara ke Sungai Tembesi.

Warga menilai dugaan pencemaran ini bukan lagi persoalan sepele, melainkan ancaman serius terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. Sebab, Sungai Tembesi selama ini menjadi sumber air penting serta urat nadi kehidupan warga di kawasan perbatasan.

Menurut keterangan warga, limbah diduga dialirkan dari kolam penampungan melalui saluran menuju anak sungai, lalu bermuara ke Sungai Tembesi. Dugaan serupa disebut sudah berulang kali terjadi, namun hingga kini belum terlihat tindakan tegas dari pihak berwenang.

Kini, laporan baru kembali muncul. Warga menyebut limbah perusahaan kembali dialirkan ke salah satu anak sungai di sekitar lokasi. Mereka khawatir pencemaran yang terus terjadi akan merusak ekosistem sungai, mematikan ikan, dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Jangankan baung, manusia juga bisa mati. Bau air itu menyengat hidung,” ujar salah satu tokoh masyarakat kepada awak media, Sabtu (25/04/2026).

Pernyataan warga itu menggambarkan besarnya keresahan masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

“Semua sungai kecil di sini bermuara ke Sungai Tembesi. Kalau limbah terus dibuang ke sana, yang jadi korban masyarakat luas,” ujar warga lain yang meminta namanya dirahasiakan.

Masyarakat kini mempertanyakan sikap Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah yang dinilai lamban merespons dugaan pencemaran yang berulang.

Warga mendesak dilakukan pemeriksaan total terhadap instalasi limbah perusahaan, pengambilan sampel air, audit lingkungan, hingga proses hukum jika ditemukan pelanggaran.

“Jangan tunggu sungai rusak total atau warga sakit baru bertindak. Kalau dibiarkan, ini sama saja membiarkan kejahatan lingkungan,” tegas warga.

Saat media ini mencoba mengonfirmasi pihak perusahaan di kantor, petugas keamanan mengarahkan agar menghubungi pimpinan dan selanjutnya menemui humas. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Sukses Gemilang Palem belum memberikan penjelasan resmi. (Tim)


Jurnalis :Yahya

Editor:Pristianita