Iklan

Hadapi Musim Kemarau dan Kabut Asap, Masyarakat Pelepat Ilir Lakukan Shalat Istisqa



PORTALKITA NET-BUNGO-Menghadapi musim kemarau panjang dan kabut asap, ribuan masyarakat di daerah aliran sungai Batang Pelepat melakukan ikhtiar atau usaha supaya turun hujan dengan shalat Istisqa dan doa bersama, Sabtu (12/09/2026). 

Warga tersebut berasal dari Dusun Danau, Padang Palangeh, Koto Jayo, Lubuk dan Muara Kuamang yang semuanya berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Pelepat Ilir. Kegiatan tersebut dilakukan di Pulau Tengah Dusun Danau, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi. 

Menurut tokoh masyarakat Dusun Danau, Ustadz Zakaria, kegiatan shalat istisqa dilaksanakan setelah melihat kesulitan masyarakat dampak bencana kemarau dan kabut asap yang melanda beberapa wilayah Sumatera Khususnya Jambi selama lebih kurang duan bulan.

"Shalat Istisqa merupakan usaha yang dilakukan pegawai syara', tetua dusun, tokoh adat, pemerintah dusun dan diikuti semuanya. Sebab masyarakat merasakan kesulitan mendapatkan air bersih serta udara yang tidak sehat," jelasnya. 

Ustadz Zakaria menambahkan, shalat Istisqa dan doa bersama tersebut diikuti oleh Camat Pelepat Ilir, Babinsa, Babinkantibmas, perwakilan pimpinan perusahaan PT Megasawindo Perkasa serta kurang lebih dua ribu jamaah atau warga. 

Adapun yang bertindak sebagai imam pada pelaksanaan shalat Istisqa tersebut adalah Bapak Sulaiman yang sehari-hari bertugas sebagai Imam Masjid Raya Al-Muhajirin Dusun Padang Palangeh dan sebagai Khatibnya yaitu Bapak Fahrori. 

"Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Karena dampaknya dirasakan oleh hampir semuanya," kata guru yang mengajar di Pesantren Syaikh Daud Al-Masrur Bungo ini. 

Camat Pelepat Ilir, Shobirin menyampaikan pelaksaan shalat Istisqa ini merupakan ikhtiar warga masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengambil pelajaran ketika musibah yang melanda.

"Shalat Istisqa ini merupakan ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah dan mengambil pelajaran saat ada musibah yang Allah berikan kepada kita untuk selalu menjaga lingkungan, selalu melestarikan dan menjaga alam kita," tegas Shobirin. 

Shobirin menghimbau masyarakat di Kecamatan Pelepat Ilir untuk tidak sembarangan menyalakan api dan membuang sisa rokok sembarangan, karena tindakan tersebut bisa memicu terjadinya kebakaran dan menambah banyak kabut asap. 

Dalam arti, musibah kekeringan dan kabut asap akan segera berlalu dengan dua tindakan yaitu lahir dengan tidak bakar kebun dan memperbaiki diri lalu berdoa kepada sang Khaliq. Ketika musibah hilang, masyarakat dan anak-anak bisa beraktivitas seperti biasa tanpa ada rasa takut jika keluar rumah.

"Saya berharap kepada seluruh warga untuk tidak sembarangan menyalakan api di kebun atau membuang sisa rokok di tempat kering, karna hal tersebut akan memicu terjadinya kebakaran hutan atau pemukiman warga,"tutupnya.


penulis :Syarif Abdurrahman